Jumat, 17 Februari 2012

Mencegah & Mengatasi Gangguan Kesehatan Dengan Bahan-bahan alami


Oleh : Prof. Hembing Wijayakusuma

Sejak dahulu bangsa Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan. Alam Indonesia telah menyediakan berbagai solusi dalam memelihara kesehatan, salah satunya melalui terapi tumbuhan berkhasiat obat. Indonesia memiliki sekitar 30.000-40.000 jenis tumbuhan, dan beberapa di antaranya diketahui memiliki khasiat sebagai tumbuhan obat.
Untuk tujuan kesehatan dianjurkan untuk mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat-zat yang berfungsi sebagai sumber antioksidan.



Sumber antioksidan tersebut dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran seperti wortel, brokoli, bayam, bawang putih, tomat, pepaya, jeruk, alpukat, kacang-kacangan, dan lain-lain. Kandungan karotenoid pada wortel (beta-karoten), tomat (likopen), bayam, brokoli dan lainnya berkhasiat sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas penyebab kanker, juga berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dan menghambat penuaan. Buah-buahan segar merupakan sumber vitamin C.



Buah-buahan yang kandungan vitamin C-nya tinggi yaitu jeruk terutama jeruk lemon, jambu biji, mangga, dan pepaya. Fungsi dari vitamin C antara lain sebagai antioksidan yang memberi perlindungan dari akibat sinar matahari dan melawan efek-efek oksidasi yang dapat menyebabkan efek-efek penuaan, mempercepat penyembuhan luka, sariawan, dan lain-lain. Selain vitamin C, vitamin E juga mempunyai efek sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan pada membran sel. Sumber vitamin E antara lain kecambah, kacang-kacangan, bayam, alpukat, dan lain-lain.



Selain dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran untuk menjaga dan memelihara kesehatan, juga dapat digunakan tumbuhan obat untuk perawatan kesehatan dan pengobatan suatu penyakit.


Berikut ini contoh tumbuhan berkhasiat obat yang dapat digunakan untuk perawatan kesehatan dan pengobatan.

1. Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Berkhasiat meningkatkan stamina, meningkatkan napsu makan, mengatasi gangguan pencernaan, radang lambung, hepatitis, sakit kuning, radang kandung empedu, menurunkan kolesterol, haid tidak teratur, eksim, dan lain-lain.
Efek farmakologis : sebagai antiradang, antibakteri, peluruh haid, hepatoprotektor (melindungi hati), tonikum, melancarkan ASI (laktagoga), kolagoga, dan lain-lain.
Kandungan kimia : kurkumin, minyak atsiri, borneol, felandren, turmerol, sineol, glikosida, xantorizol, kalium oksalat, dan lain-lain.

2. Lidah Buaya (Aloe vera L.)
Berkhasiat mengatasi pusing, sakit kepala, sembelit, kencing manis, batuk rejan, radang telinga, melancarkan haid, penyubur rambut, dan lain-lain.
Efek farmakologis : sebagai antiradang, pencahar, dan parasitiside.
Kandungan kimia : aloin, aloe-emodin, alomisin, aloenin, barbaloin, isobarbaloin, aloektin B, dan lain-lain.
# Aloin dan aloe-emodin mempunyai efek sebagai pencahar yang kuat.

3. Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
Berkhasiat mengatasi hipertensi, menurunkan kolesterol, kencing manis, liver, radang usus, radang tenggorokan, amandel, obesitas, meningkatkan stamina, sembelit, gangguan pencernaan, mencegah kanker, dan lain-lain.
Efek farmakologisnya sebagai pembersih darah, peluruh kemih, peluruh haid, pelembut kulit, pencahar, antiseptik, anthelmintik, dan lain-lain.
Kandungan kimia : damnachantal, skopoletin, soranjidol, xeronine, proxeronine, terpenten, anthraquinon, dan lain-lain.
# Skopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan.

4. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)
Berkhasiat mengatasi demam, kanker, tumor paru, TBC paru, radang paru, bronkhitis, kencing manis, hipertensi, hepatitis, typhus, disentri, diare, radang tenggorokan, kudis, infeksi telinga, dan lain-lain.
Efek farmakologis yaitu sebagai antiradang, penurun panas, meredakan rasa sakit, penawar racun, menghilangkan bengkak, dan lain-lain.
Kandungan kimia : andrographolide, neoandographolide, deoxy-andrographolide, andrographin, panicolin, dan lain-lain.

5. Pegagan (Centella asiatica Urban.)
Berkhasiat mengatasi TBC paru, flek paru, bronkhitis, batuk, batuk darah, muntah darah, hepatitis, meningkatkan daya ingat, lepra, campak, infeksi saluran kemih, demam, susah tidur, dan lain-lain. Efek farmakologisnya sebagai penenang (sedatif), penurun panas
(antipiretik), peluruh kemih, antitoksik, anti-infeksi, membersihkan darah, dan lain-lain.
Kandungan kimia : asiatikosida, brahmosida, brahminosida, thankunisida, isothankunisida, karotenoids, asam asiatat, asam madekasat, dan lain-lain.
# Asiatikosida merupakan zat aktif yang berkhasiat sebagai antilepra. juga mempunyai efek mendorong penyembuhan pada luka .

6. Tapak Dara (Catharanthus roseus G. Don)
Berkhasiat mengatasi kanker, leukemia, kencing manis, tekanan darah tinggi, pendarahan akibat penurunan jumlah trombosit, dan lain-lain.
Efek farmakologis : sebagai antineoplastik (antikanker), hypotensif, penenang, menyejukan darah, dan menghentikan pendarahan.
Kandungan kimia : vinblastine, vincristine, leurosine, catharanthine, lochnerine, vindoline, vindolinine, tetrahydoalstonine, dan lain-lain.
# Vinblastine dan vincristine merupakan komponen aktif yang mempunyai efek menghambat sel kanker pada leukemia dan kanker lainnya.

7. Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)
Berkhasiat mengatasi kanker (serviks, ovarium, paru, hati, payudara, leukemia), TBC paru, asma, batuk, bronkhitis, nyeri dada, gangguan pencernaan, haid terasa sakit, melancarkan peredaran darah , dan lain-lain. Efek farmakologis temu putih yaitu sebagai antineoplastik/ antikanker, meningkatkan sirkulasi darah, membuyarkan bekuan darah, dan lain-lain. Kandungan kimia : minyak atsiri, kurkumol, kurdion, beta-sitosterol, kurkumin, sineol, fenol, zedoarin, zingiberen, sesquiterpen, dan lain-lain.

8. Bawang Putih (Allium sativum L.)
Berkhasiat mengatasi kolesterol tinggi, hipertensi, kencing manis, TBC paru, radang paru, radang otak, mencegah kanker, asma, bronkhitis, influenza, sakit kepala, cacingan, sembelit, digigit serangga, dan lain-lain.

Kandungan Kimia : allisin, alliin, allitin, sikloallin, alinase, diallyl-disulfide, diallyl-thiosulfinate, germanium, saltivine, S-allyl-cysteine, dan lain-lain.

# S-allyl cysteine merupakan senyawa belerang yang berfungsi menurunkan kolesterol dengan menghancurkan penumpukan lemak dipembuluh darah.

9. Daun Dewa (Gynura segetum [Lour.] Merr.)
Daun berkhasiat mengatasi luka terpukul, batuk darah, muntah darah, tidak datang haid, infeksi kerongkongan, dan lain-lain. Umbinya berkhasiat membuyarkan gumpalan darah, mencegah stroke, hipertensi, dan lain-lain.
Efek farmakologis : anti-coagulant, mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghilangkan panas dan membersihkan racun.
Kandungan Kimia : saponin, minyak atsiri, etanol, flafonoid, dan lain-lain.

10. KUNYIT (Curcuma longa L.)
Khasiat : hepatitis, sakit kuning, radang lambung, gangguan pencernaan, radang gusi, radang amandel, kolesterol tinggi, diare, eksim, keputihan, dan lain-lain.
Efek farmakologis : Melancarkan darah dan vital energi, menghilangkan sumbatan, peluruh haid, antiradang, antibakteri, memperlancar pengeluaran empedu, dan astringent.

Kandungan Kimia : minyak atsiri (turmeron, felandren, zingiberen, borneol, dll.), kurkumin, desmetoksikurkumin, tanin, dan lain-lain

Unduh artikel ini 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar